ALTERNATIF KARYAWISATA PELAJAR

ALTERNATIF KARYAWISATA PELAJAR

Harian SURYA, 25 Juni 2008

Oleh AGUS SAKTI 

Musim liburan sekolah sudah tiba. Para pelajar pun tak sabar untuk mewujudkan kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan dengan bulat. Beberapa rencana matang di antaranya adalah kegiatan karyawisata menuju tempat-tempat yang dianggap berpotensi akan sebuah pengetahuan anyar.

Demikian halnya dengan apa yang diprogramkan oleh TK Dharma Wanita Karang Dieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Tempat wisata yang tak lain memuat miniatur Jawa Timur dan beragam mainan anak kecil dan dewasa ini, Jatim Park, adalah tempat tujuannya.

Hal ini dilakukan tidak sekadar rekreasi sekolah belaka. Akan tetapi, karyawisata yang dimaksud adalah rekreasi yang dibungkus dengan sebuah kegiatan yang sifatnya mendidik. Namun, refresing dan rekreasi melepas peluh sehabis ujian itu tak tercapai dengan baik, malah sebaliknya, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan terbakar di Kota Batu pada Senin, 9 Juni kemarin.

Kejadian yang sama juga pernah terjadi di Kabupaten Jember. Tepatnya bulan Juli, 2002. Tidak jauh berbeda, bus Damri yang akan membawa rombongan siswa-siswi TK Theo Broma milik PTPN XII dan dewasa masuk sungai di Dusun Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Jember. Awalnya, mereka akan melakukan rekreasi ke pantai Pasir Putih di Tandjung Papuma.

Kegiatan karyawisata ini pada dasarnya adalah sebuah kegiatan yang dimimpikan para pelajar. Sebab, selain berfungsi sebagai kegiatan yang mendidik, pelajar juga bisa melakukan proses rekreasi guna merenggangkan saraf otak yang tegang lantaran kenyang mengonsumsi pelajaran selama satu semester.

Kegiatan karyawisata ini sejatinya membutuhkan seribu persiapan yang tidak sembrono. Mulai dari konsep yang matang hingga pelaksanaan teknis akomodasi di lapangan. Oleh karena itu, bagi para pelajar yang ingin melakukan kegiatan karyawisata serupa apa yang dilakukan TK Dharma Wanitan dan TK Theo Broma tidak perlu takut dan khawatir. Jika konsep dan persiapan teknis dilakukan dengan cermat kecelakaan dapat direduksi dan diantisipasi.

Mari cermati kejadian berikut: kecelakaan yang terjadi, baik TK Dharma Wanita dan TK Theo Broma, diakibatkan karena rem blong dan kapasitas penumpang yang di luar batas kewajaran. Jika hal ini dapat dikondisikan dengan baik sebelumnya, maka kecelakaan yang merenggut nyawa ini tidak perlu terjadi.

Jika kejadian ini tetap menjadi sebuah phobia tidak ada salahnya jika pihak sekolah melakukan sebuah kegiatan lain untuk mengisi ruang kosong di hari libur. Toh wisata sebenarnya juga bisa dilakukan di sekitar lingkungan sekolah, tidak harus ke luar wilayah, bahkan ke luar kota.

Wisata kemah, misalnya. Hal ini bisa menjadi alternatif menggantikan peran karyawisata. Selain itu, untuk menambah wawasan pelajar akan pengetahuan, kegiatan kemah kampus, pabrik, budaya, sejarah, dan parlemen akan lebih menarik jika dikemas sedemikian rupa.

Kegiatan ini dinilai lebih bermanfaat. Bagaimana tidak, berkemah akan melatih kemandirian siswa dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Selain itu, kegiatan ini lebih hemat biaya karena tidak merogoh kocek dalam-dalam. Dan, tidak ada risiko besar di jalan.[]

Iklan

4 Tanggapan to “ALTERNATIF KARYAWISATA PELAJAR”

  1. Musim liburan semester ini buat mahasiswa kayak saya…mmmm…ikut SP enak ya. Hahaha

    Salam
    Keep Writing dari seseorang yang jarang menulis.

    TB

  2. saktiagus Says:

    Boleh juga tu, itung-itung bantu orang tua. Ha ha ha..

  3. kalau menurutku dg majunya IPTEK yg menyebabkan banyaknya barang2 elektronik yg bredar di masyarakat seperti TV,PS.Ini bisa menghambat daya kreativitas dan interaksi sosial anak.Bgm tdk,ketika lbrn anak lebih memilih duduk di depan TV dr pagi-sore nonton film kartun/sinema lbrn lain kesukaan mereka atau bermain PS.Daripada bermain di luar rmh.Berbeda dg waktu aku msh kecil,TV jg sdh ada sih,tp agak jrng.Setiap mlm minggu main petak umpet dg teman2.Kalau lbrn,seperti mas sakti bilang kemah,tp kemah di kbn dg tmn2 tp tdk menginap.Bukan tenda yg siap jd sih!Kita buat sendiri kerjasama,dari kayu dan kain.Selain itu main tanah liat untuk dibuat bola pimpong,mangkok,kendi,dll.Sesuai dg imajinasi dan kreatifitas sndr2.Kalau perempuan kdg main masak2an dr pelepah pisang,daun2an dan sesuatu yg ada di sekitar kita.Permainan yg butuh kekompakan gobak sodor,benteng2an,angka 8 dan masih banyak lagi lainnya yg sekarang jarang kita temukan anak yg main seperti itu di sekitar kita.Sekarang kita cuma bisa melihat di BOLANG atau SURAT SAHABAT.Kok jd nostalgia yaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!

  4. saktiagus Says:

    Wah, ini namanya inspirasi mbak. Aku juga sempat terselinap benak ingin mengulas masalah permainan tradisional. Yup, anggap permainan egrang misalnya. Ini bukan sembarang permainan, lho! Tidak semua orang bisa memainkan permainan ini. Perkawinan romantis antara otak dan otot di tangan untuk memegang kendali kayu bambu yang diinjak kaki menjadi sebuah keharusan untuk mampu berdiri tegak dan berjalan ringan di atasnya. Kita belajar dari bawah, to? Kemudian setelah di atas kita belajar keseimbangan. Proses belajar dari bawah ke atas membutuhkan waktu, proses, dan upaya yang tidak mudah. Apalagi setelah berada di atas, tantangan untuk berjalan seimbang beriringan dengan kehendak bergerak ke kakanan dan ke kiri tidaklah mudah. Nah, sejatinya permainan ini memiliki makna filosofis. Betapa tidak, derajat manusia harus diperoleh dengan proses substansial yang paling dasar, yaitu dari derajat bawahan. Kemudian, setelah proses itu berlangsung seiring dengan berhembusnya semilir waktu, maka dia akan mendapati sebuah derajat atas. Setelah di atas, jangan dianggap mudah. Mereka harus bisa memertahankan kekuasaanya dengan bijaksana. Tidak sembrono. Andai penguasa kita saat ini tidak mengambil jalan pintas, akan tetapi melalui proses yang panjang, kemudian setelah di atas tidak sembrono, bisa dibayangkan, hidup bermasayarakat akan lebih memiliki keseimbangan. Bak keseimbangan antara kaki, tangan, dan otak dalam menjalankan permainan egrang kehidupan. Trims komentarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: