http://agussakti.blogspot.com
Maap, sahabatku semua, ini blog baruku. Terkadang, akan menjadi lebih baik ketika sebuah alasan tidak perlu dijelaskan. Bukan begitu?!
Kunjung ke sana ya…
WORO-WORO
Posted in 1 on Februari 9, 2009 by saktiagusPERANTI DIGITAL DAN PROFESIONALISME GURU
Posted in 1 on November 30, 2008 by saktiagusPERANTI DIGITAL DAN PROFESIONALISME GURU
Oleh AGUS SAKTI
Malang Post, 30 November 2008
Di tengah konstelasi budaya informasi, bumi terasa semakin sesak dan menyempit. Dengan desain akselesarinya yang tinggi, mesin informasi atau teknologi informasi (TI) dapat menjangkau ke pelosok-pelosok negeri melalui beberapa program seperti program internet masuk desa yang telah dicanangkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.
Internet dan wi-fi menjadi saluran cepat penghubung seluruh belahan bumi dan peradaban antar umat manusia di muka bumi. Bumi yang zaman Colombus masih dianggap penuh misteri, tak terjangkau, liar dipisah oleh samudera ganas, kini menjelma menjadi kecil. Hanya dengan bantuan jaringan internet bumi bisa dijangkau dengan sentuhan tangan.
Selain internet, masyarakat kita saat ini juga lebih suka memilih media teknologi (televisi) untuk menggali sebuah pengetahuan dan informasi dari pada membaca buku. Buku seakan tidak berdaya menghadapi ketangguhan televisi dan internet dalam melahirkan informasi yang lebih mudah diperoleh, singkat, dan lebih aktual (cepat). Baca selebihnya »
MENULIS KARENA UANG (Part I)
Posted in Refleksi on Oktober 22, 2008 by saktiagusMENULIS KARENA UANG (Part I)
Oleh AGUS SAKTI
Menulis bagiku tidak sekadar merangkai kata dan mentata kalimat. Lebih dari itu, menulis, selain membutuhkan bahan mentah yang kudu diperoleh melalui membaca dan diskusi membuatku memiliki identitas baru. Kendati identitas itu belum jelas seperti apa, akau bisa merasakan bagaimana rasanya aku ketika menjadi aku saat menulis. Aku bukan seorang penulis, aku hanya seorang pembelajar eja kata, kalimat hingga paragraf.
Kata orang, menulis membuat orang terkenal. Namanya melambung bak selebritis di acara infotainment yang kerap ditayangkan kotak ajaib tiga kali sehari. Seperti meminum obat saja. Terkenal atau tidak, ini urusan buntut. Hemat Charter, salah satu wartawan Amerika, menulis itu seperti terapi diri. Berselayar kata yang kita tulis segaris lurus dengan keluarnya benda-benda masalah yang sempat memampatkan otak kita untuk berpikir jernih. Pun hati kita juga merasa unggah.